Orang-orang Kristen Perjanjian Baru bergabung dengan sebuah gereja lokal . Gereja-gereja memiliki daftar keanggotaan, baik secara tertulis maupun dalam memori . Karena Kitab Suci diberikan untuk instruksi dalam kebenaran ( 2 Tim. 3:16 ), Tuhan jelas menginginkan kita untuk mengikuti contoh mereka . Meskipun tidak ada ayat tertentu yang mengatakan, "Engkau akan bergabung dengan gereja," ada lima belas tempat/bagian yang mendukung dan menjadi contoh bahwa kita harus melakukannya.
( 1 ) GEREJA MEMILIKI KEANGGOTAAN. "Pada hari-hari itu
berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:" (KPR 1:15) . Gereja di Yerusalem ini memiliki daftar keanggotaan yang terdiri dari sekitar 120 orang. Meskipun Alkitab mengatakan "kira-kira seratus dua puluh", hal itu tidak berarti bahwa ada ketidakpastian . "Kira-kira" digunakan umumnya dalam Alkitab untuk menunjuk/menandakan sebuah nomor/jumlah, sesuai dengan praktek yang biasa pada waktu itu, yakni ketika orang-orang tidak mencoba untuk terlalu spesifik seperti yang kita lakukan dalam abad kedua puluh . Sebagai contoh, Yohanes 1:39 mengatakan , " ... itu kira-kira pukul empat." Pada waktu itu tidaklah terlalu penting untuk mengetahui apakah itu adalah 09:55 atau 10:05, karena mereka tidak memiliki jam tangan, jam dinding, ataupun jam lainnya yang tepat. Demikian juga, Yohanes 6:19 mengatakan,"Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka." Demikian pula KPR 5:7 yang menjelaskan kedatangan Safira: "Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi." Kita harus ingat bahwa Roh Kudus mengilhami kata-kata dalam Alkitab yang akan dibaca dan dipahami dengan normal. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa Dia tidak yakin (dengan memakai kata kira-kira/sekitar)! Peristiwa Yohanes 1:39 dan Kisah 5:7 itu terjadi pada saat tertentu, meskipun saat itu tidak direkam. Dan menyebutkan "jumlah orang" dalam Kisah Para Rasul 1:15 menunjukkan bahwa kumpulan itu benar-benar ada, meskipun kita tidak diberitahu jumlah pasti . Yang penting untuk diperhatikan ialah bukanlah apakah saat itu ada 119, 120, atau 121, tapi hal itu benar-benar menunjukkan bahwa ada "sejumlah orang yang berkumpul bersama-sama". Singkatnya, ada keanggotaan individu pasti yang dibuat oleh gereja .
( 2 ) SEMUA ANGGOTA YANG DIBENTUK BERSAMA PADA PENTAKOSTA. Kisah Para Rasul 2:1 mengatakan, "Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat." Kata semua tentu menunjukkan bahwa sejumlah orang tertentu ada di sana . Dia tidak mengatakan "mayoritas" atau "beberapa" tapi semua .
( 3 ) ORANG-ORANG KHUSUS YANG DITAMBAHKAN PADA HARI PENTAKOSTA. Menurut Kisah Para Rasul 2:41, "Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa." Sekali lagi, kata "kira-kira" memiliki makna yang sama. Kata-kata penting yang ditambahkan menunjukkan bahwa jumlah mereka bertumbuh . Apakah mereka ditulis di atas kertas bukanlah hal utama. Faktanya adalah bahwa orang-orang tertentu tersebut diselamatkan, dibaptis, dan ditambahkan ke orang-orang tertentu (jemaat)! Hal ini ditafsirkan oleh beberapa orang yang memberi arti bahwa mereka ditambahkan kepada Tuhan atau ke seluruh tubuh Kristus. Akan tetapi konteksnya berbicara tentang kelompok dari 120 orang (sejak Kisah Para Rasul 1:15), dan terus berbicara tentang kelompok itu yang bertemu bersama-sama di Jerusalem (sampai ay. 47).
( 4 ) TUHAN MENAMBAHKAN ORANG-ORANG KE GEREJA LOKAL. "... Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan" (Kisah Rasul 2:47). Gereja disini bukanlah seluruh tubuh Kristus (atau gereja yang komprehensif, atau gereja universal/am, atau apa pun istilah lainnya), melainkan gereja lokal, karena konteksnya yang menunjukkan demikian. Kata 'gereja' harus ditafsirkan sesuai konteks. Sebagai contoh, tidak ada yang akan mengatakan bahwa "sidang jemaah/gereja di padang gurun" dalam Kisah Para Rasul 7:38 adalah sama dengan gereja dalam Perjanjian Baru, karena konteksnya jelas menunjukkan bahwa mereka itu adalah bangsa Israel di kaki gunung Sinai. Demikian juga , Ibr. 12:22-23 jelas tidak menunjuk kepada gereja lokal, tetapi "Yerusalem surgawi". Konteks harus menentukan makna. Dan konteks Kisah Rasul 2:47 adalah tentang gereja di Yerusalem. Oleh karena itu, gereja yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 2:47 adalah mengenai gereja di Yerusalem yang baru saja diinjili dan dibaptis. Mereka bertemu di Bait Allah dan di rumah-rumah, mengajarkan doktrin dan memecahkan roti (ayat 41-46 ). Dan dengan mengatakan "Tuhan menambahkan ... ", kita menyimpulkan bahwa Dia memimpin orang-orang ini untuk bergabung ke gereja Yerusalem, dan memberi para pemimpin gereja saat itu suatu istilah di mana "orang-orang percaya baru yang akan ditambahkan".
( 5 ) ADA PERBEDAAN ANTARA JEMAAT DAN ORANG LUAR. Kisah Para Rasul 5:11 mengkontraskan "gereja/jemaat" dengan orang lain yang "mendengar hal itu." Hal ini mengacu pada kematian mengejutkan dari Ananias dan Safira. Kemudian dikatakan : "Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu". Oleh karena itu, pastilah ada pengenalan bahwa beberapa orang-orang tertentu milik gereja, sementara yang lain tidak. Dan kita harus ingat bahwa Roh Kudus mengilhami kata-kata ini. Jadi pembedaan seperti ini sangat jelas dilakukan oleh Tuhan sendiri.
( 6 ) BEBERAPA ORANG TIDAK BERANI BERGABUNG DENGAN GEREJA! Segera setelah kematian Ananias dan Safira, dan mukjizat berikutnya oleh para rasul, Kisah 5:13 memberitahu kita bahwa, "Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak". Sudah menjadi rahasia umum gereja baru ini, yakni setelah keputusan keras terhadap dua anggota yang tidak hidup sesuai/hidup benar, beberapa orang tidak berani bergabung dengan mereka! Beberapa orang tidak berani bergabung untuk satu alasan atau yang lain. Tetapi ketika seseorang bergabung, ada keanggotaan yang tercipta/terbentuk!
( 7 ) ANGGOTA-ANGGOTA YANG KHUSUS MEMILIH PEJABAT. Para rasul memerintahkan jemaat: "Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu," ( Kis 6:3 ). Mereka berbicara kepada kelompok tertentu yang mereka tahu dan kenal sebagai "saudara-saudara". Mereka mengatakan bahwa orang-orang ini akan dipilih dari "antaramu". Hal ini jelas menunjuk kepada sekelompok orang tertentu . Dengan cara apapun yang kita lihat, pasti ada keanggotaan .
( 8 ) KEANGGOTAAN GEREJA MENINGKAT. Kisah Para Rasul 9:31 dengan jelas menyiratkan keanggotaan dengan mengatakan, "Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus". Haruslah ada sejumlah orang untuk memulai, dan sejumlah besar orang ketika mereka menjadi bertambah. Untuk mengatakan bahwa 50 orang menjadi 250 adalah untuk menunjuk kepada keanggotaan .
( 9 ) GEREJA YANG DIDIRIKAN PAULUS MENJADI MENINGKAT. (Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya---Kisah Para Rasul 16:5). Pernyataan seperti itu tidak mungkin kecuali mereka telah memiliki jumlah tertentu ketika memulai. Jika 23 meningkat menjadi 25 pada hari Minggu, 28 pada hari Senin, dst, jelas ada keanggotaan untuk memulai gereja. Dan adalah penting bahwa semua orang percaya di daerah tersebut dianggap sebagai jemaat-jemaat. Situasi yang sama berlaku di mana-mana Paulus pergi memberitakan Injil. Ketika orang bertobat, mereka diorganisir menjadi gereja. Lihat Kisah Para Rasul 14:21-23 dan 15:36, dibandingkan dengan 16:4-5.
( 10 ) PENILIK/PENATUA/GEMBALA BERTANGGUNG JAWAB UNTUK ORANG TERTENTU. Para tua-tua Efesus diberitahu untuk menggembalakan jemaat Allah/kawanan domba, dimana Roh Kudus telah membuat mereka menjadi Penilik (Kis. 20:28 ). Jelas, bahwa gereja (kawanan domba), adalah sekelompok orang tertentu . Bagaimana Penatua melaksanakan tanggung jawab mereka? Mereka jelas-jelas harus mengatahui siapa saja jemaat/kawanan domba. Hal ini menunjukkan adanya keanggotaan.
( 11 ) PEMBUAT MASALAH DATANG DARI DALAM DAN LUAR GEREJA. Paulus memperingatkan, "Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka." Bahaya kepada mereka akan datang, tidak hanya dari "serigala ganas" di luar, tapi juga dari orang-orang "dari mereka sendiri". Beberapa orang di luar gereja, dan beberapa lagi dari yang telah ada di dalam. Hal ini jelas-jelas tentang keanggotaan.
( 12 ) GEREJA KORINTUS DIPERINTAHKAN UNTUK MENGUCILKAN BEBERAPA SAUDARA-SAUDARA. "Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama" (1 Kor. 5:11). Makan disini tidak dapat menunjuk pada makan biasa karena Tuhan Yesus pun makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa (Matius 9:10). Ini harus mengacu pada makan di meja Tuhan (Perjamuan Tuhan). Paulus juga mengatakan, "... Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu" (1 Kor . 5:13). Hal ini tidak berarti untuk berhenti bergaul atau berbicara dengan orang seperti itu, karena bagian paralel dalam 2 Tes. 3:14-15 mengatakan, "Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara". Akan menjadi hal yang mustahil untuk menegur dia jika mereka tidak pernah berhubungan atau berbicara dengannya. Untuk hal "tidak bergaul/berhubungan" haruslah berarti gereja mencegah dia dari hak keanggotaan (melayani, memberikan suara dan mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan ) .
( 13 ) TIDAK ADA CARA UNTUK LATIHAN DISIPLIN GEREJA KECUALI ADA KEANGGOTAAN. Matius 18:17 memerintahkan gereja untuk memperlakukan saudara yang tidak bertobat sebagai "orang kafir dan pemungut cukai". Bagaimana ini dilakukan? Tentu saja tidak dengan menolak dia untuk hadir ke pertemuan-pertemuan jemaat! Kita tentunya ingin orang-orang kafir untuk menghadiri pelayanan dan mendengar pemberitaan Firman Tuhan. 1 Kor. 14:23-25 menunjukkan pentingnya hal ini. Jadi, tak ada pengartian untuk berhenti berbicara kepada orang-orang tersebut . Bagaimana kita dapat memenangkan mereka jika tidak berbicara dan berhubungan dengan mereka? Namun, gereja tidak boleh mengizinkan orang kafir untuk dipilih sebagai salah satu pejabat, atau berkhotbah, atau mengajar, atau memberi suara pada masalah gereja, atau pun mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan. Oleh karena itu, dengan mengatakan bahwa hanya orang-orang tertentu yang berhak untuk melayani dan memegang jabatan, menunjuk langsung kepada adanya keanggotaan.
( 14 ) 1 KOR. 6:1-11 MEMBEDAKAN ANTARA "ORANG YANG TIDAK BENAR ... ORANG KUDUS". Paulus berbicara tentang "...seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya" (ayat 5). Dia menegur mereka yang pergi mencari keadilan hukum kepada orang-orang yang tidak beriman/kafir (ayat 6). Saudara-saudara ini disebut sebagai jemaat di 1 Kor. 1:2. Jadi, beberapa orang diketahui sebagai anggota jemaat, dan beberapa yang lainnya adalah bukan anggota jemaat.
( 15 ) 1 PET. 4:17 MEMBEDAKAN ANTARA "RUMAH ALLAH" DAN "MEREKA YANG TIDAK TAAT INJIL". Ketika kita ingat bahwa "rumah Allah" adalah gereja lokal menurut 1 Tim. 3:15, menjadi jelas bahwa mereka yang telah mematuhi Injil berada di dalam gereja. Apakah nama mereka tertulis atau tidak dalam beberapa daftar, tidaklah diketahui dan bukan hal utama. Yang jelas terlihat adalah bahwa mereka dikenal dan diketahui di dalam gereja.
Intinya adalah bahwa kita tidak memiliki contoh dari orang percaya Perjanjian Baru yang menolak untuk bergabung dengan gereja lokal. Bergabung dengan jemaat adalah hal yang normal untuk dilakukan, setelah seseorang bertobat. Mengikuti contoh dan perintah Kristus, orang yang telah menyelesaikan masalah keselamatannya harus dibaptis. Setelah itu, bergabung dengan gereja yang percaya dan mempraktekkan Alkitab.
Dari Almarhum Dr. Bruce Lackey
Didistribusikan oleh Way of Life Literature's Fundamental Baptist Information Service (www.wayoflife.org).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar